Thu. Jun 23rd, 2022

Pandemi Covid-19 Bikin Kesadaran Isu Kesehatan dan Keselamatan Kerja Meningkat

Pandemi Covid-19 mendorong perusahaan untuk memprioritaskan isu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Para pekerja meminta perusahaan menerapkan protokol kebugaran yang ketat ketika masuk kantor dan opsi WFH selama sebagian kali di dalam seminggu menjadi pilihan ke dua berasal dari semua responden.

Tuntutan perubahan akibat pandemi mengharuskan pelaku bisnis menerapkan strategi operasi bersama dengan cara kerja baru supaya bisnisnya selalu bertahan. Salah satu strategi adalah bersama dengan berinvestasi terhadap kebugaran para pekerjanya.

“Skenario selama jaman pandemi ini, kita masih berada terhadap tahapan disaster relief. Di tahap itu pemerintah harus berfokus terhadap tiga hal yakni sektor kesehatan, pendampingan sosial penduduk dan pemberian terhadap Usaha Kecil dan Menengah,” kata Chatib Basri, Ahli Ekonomi dan Mantan Menteri Keuangan dikutip berasal dari keterangannya, Kamis, (11/11/2021).

Dengan berfokus terhadap penanganan pandemi maka masalah di Indonesia dapat semakin menurun. Hal ini pelan-pelan dapat menciptakan permintaan (demand) di masyakarat yang dapat mendorong lagi sektor memproduksi supaya bisnis dapat lagi beroperasi dan membuka lapangan kerja Kesehatan dan keselamatan kerja .

Kazutoshi Chatani, Spesialis Bidang Ketenagakaerjaan ILO, mengutarakan usaha pencegahan penularan COVID-19 di daerah kerja harus diperluas supaya bisnis dapat lagi berjalan. “Sekarang ini banyak perubahan di dalam dunia bisnis. Teknologi lebih banyak digunakan untuk kurangi pertalian antar manusia. Perubahan ini membawa dampak kita harus berpikir bagaimana jaman depan dunia kerja setelah pandemi berakhir,” kata Chatani.

Ahli Epidemiologi berasal dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, terasa optimis bahwa pandemi di Indonesia dapat segera menjadi endemi, di mana masih tersedia penularan virus tetapi tidak membebani fasilitas kebugaran yang tersedia di negara ini. Hal ini gara-gara selama dua bulan ini Indonesia sudah dapat menghimpit efek pandemi tersebut. “Kita sudah berhasil menghimpit angka orang yang sakit bersama dengan gejala COVID-19 berat dan jumlah orang yang meninggal,” kata Pandu.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, selagi ini masih terkandung risiko yang benar-benar tinggi untuk menggerakan roda perekonomian secara normal. Tempat kerja merupakan lokus penularan COVID-19 yang benar-benar tinggi. Aktivitas di daerah kerja menjadi tidak benar satu penentu kesuksesan penanganan pandemi.

Elly Rosita Silaban Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) mengatakan, untuk menyelamatkan kehidupan para pekerja ini dibutuhkan kerjasama yang baik antara pekerja bersama dengan pemerintah dan pengusaha. Pekerja tidak dapat lagi cuma menuntut hak-hak mereka kepada pemerintah dan pengusaha. “Pekerja juga harus turut andil untuk memikirkan bagaimana supaya perusahaan daerah mereka bekerja dapat lagi mobilisasi bisnisnya. Tentu saja pekerja harus benar-benar patuh bersama dengan ketentuan kebugaran yang ditetapkan,” kata Elly.

Tantangan untuk mengubah pola kerja dan keterampilan yang dimiliki menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia. Aloysius Budi Santoso Chief of Corporate Human Capital Development Astra International dan Vice Chairperson APINDO, menjelaskan bahwa mayoritas industri atau perusahaan di Indonesia 70 prosen pekerjanya cuma lulusan SD dan SMP. Tingkat pendidikan rendah membawa dampak pekerja sukar bertahan di jaman industri yang benar-benar dikuasai oleh teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *