Fri. Jun 24th, 2022

5G: Pengertian, Perbedaan Serta Kelebihan & Kekurangannya

Seiring majunya teknologi serta keperluan penduduk yang dinamis, lambat laun popularitas jaringan 4G sebagai jaringan andalan makin tergeser oleh Kedatangan jaringan 5G. Bak oase di sedang gurun meningkatnya popularitas streaming video dan musik sebabkan mengonsumsi manusia akan data internet makin meningkat setiap tahun.

Pita spektrum yang makin padat sebabkan 4G, sebagai jaringan andalan seolah tak mampu lagi menyediakan internet bersama dengan mutu maksimal. Hal inilah yang sebabkan raksasa teknologi asal China, Huawei Technologies gencar mengembangkan teknologi 5G. Bahkan gara-gara teknologi ini pula terlihat perseteruan antara Donald Trump bersama dengan Huawei yang diakui memata-matai negara lain.

Lantas, sebenarnya apa itu teknologi 5G sampai sebabkan banyak vendor besar berlomba-lomba menghadirkan smartphone yang mengusung kebolehan 5G di dalamnya. Kemudian kapan dan apakah Indonesia siap menggelar frekuensi untuk teknologi paling baru tersebut? NEWS OF TECH

Apa Itu Teknologi 5G?

Dilansir berasal dari Qualcomm, teknologi 5G merupakan jaringan seluler generasi kelima (fifth generation / 5G) yang menjanjikan kecepatan pengunduhan dan pengunggahan data 10 sampai 20 kali lebih cepat berasal dari kecepatan internet generasi sebelumnya.

Dalam prakteknya, munculnya teknologi 5G bertujuan manfaat memberikan kemudahan kepada pengguna dalam hal kecepatan data, lantency yang rendah, koneksi jaringan yang luas serat kapasitas jaringan yang lebih tinggi. Singkatnya, bersama dengan teknologi 5G anda mampu jalankan kegiatan yang terjalin bersama dengan internet 500% lebih cepat dibanding bersama dengan 4G LTE yang sedang menjadi andalan.

Lantas siapa penemu teknologi 5G ? Dialah Michael Lemke, Pria berkebangsaan Jerman yang terhitung seorang ahli fisika yang bergelar PhD (doktor) ini disebut-sebut sebagai sosok penemu jaringan 5G. Untuk mewujudkan lahirnya teknologi 5G, kabarnya telah memulai penelitiannya sejak tahun 2016 silam, tepatnya ini Dresden University of Technology, Jerman.

Selain sebagai seorang ahli fisika, Michael Lemke terhitung mendiami posisi mutlak di keliru satu brand seluler ternama yakni Huawei sebagai ahli teknologi senior. 24 tahun telah ia menggeluti dunia teknologi komunikasi.

Perbedaan Jaringan 5G dan 4G

Kalian kemungkinan sering mendengar orang menyebut 4G dan 5G. Namun, tahukah anda perbedaan keduanya? Perbedaan 4G dan 5G secara garis besar terletak pada:

Kecepatan Maksimal

Dibandingkan 4G, 5G menawarkan bandwidth dan kapasitas yang jauh lebih besar dan tinggi. Secara teori kecepatan maksimal 4G adalah di kisaran 300 Mbs. Angka ini tentu jauh tidak sama bersama dengan kenyataan yang ada, gara-gara realitanya kecepatan 4G umumnya berada di kisaran 40 – 60 Mbps saja.

Bandingkan bersama dengan 5G yang biasanya mempunyai kecepatan yang mampu raih 1 Gbps, atau sepuluh kali lipat berasal dari kecepatan 4G. Bahkan perusahaan teknologi seperti Huawei mengklaim telah menciptakan sebuah modem 5G bersama dengan kecepatan maksimum raih 6,5 Gbps.

Kecepatan Upload

Jaringan 4G mempunyai kecepatan upload raih 17,7 mbps. Sedangkan jaringan 5G mempunyai kecepatan upload yang mampu raih 23,7 mbps.

Kekuatan Sinyal

Perbedaan 4G dan 5G terhitung terletak pada kebolehan sinyalnya. Dengan pemakaian gelombang yang lebih pendek jaringan 5G mempunyai sebaran tanda yang lebih baik, terarah dan tidak mengundang gangguan. Sementara sebaran tanda punya 4G tidak beraturan serta berpotensi menyingkirkan kekuatan dan tenaga berasal dari pemancar.

Kecerdasan Perangkat

Kecerdasan perangkat terhitung menjadi perbedaan 4G dan 5G. Dengan teknik radio kognitif yang mampu mengidentifikasi tiap perangkat, jaringan 5G mampu membedakan perangkat tetap/fixed dan mobile. Hal ini tentu saja tidak mampu dilakukan oleh 4G.

Latency

Latency adalah lama waktu yang dibutuhkan data untuk sampai ke tujuan yang diukur dalam satuan mili detik. Dimana makin kecil latency maka jaringan selanjutnya makin baik. Berbeda bersama dengan 4G yang mempunyai latency lebih lama, jaringan 5G justru menawarkan latency yang jauh lebih singkat. Standar latency rendah punya 5G biasa disebut sebagai URLLC: ultra-reliable, low-latency connections.

Kelebihan dan Kekurangan Teknologi 5G
Kelebihan

Sebagaimana disebutkan di awal, jaringan 5G membawa kontribusi memadai besar pada kemajuan komunikasi manusia. Berkat 5G pula kegiatan sehari-hari manusia di bidang komunikasi dan pertukaran data menjadi lebih ringan dan cepat.

Koneksi Lebih Luas

Meski sama-sama mengusung OFDM, teknologi 5G menawarkan berlebihan dibanding LTE yang hanya membawa subcarrier spacing raih 15 kHz. Sementara 5G mampu lebih berasal dari itu. Dengan kapasitas yang besar, yakni sampai 100 kali, teknologi 5G terhitung mampu beradaptasi bersama dengan beraneka perangkat. Ini artinya, makin banyak perangkat perangkat berbasis smart yang mampu membuka dan beradaptasi bersama dengan jaringan 5G.

Hampir Tidak Memiliki Delay

Selain koneksi yang luas dan kecepatan transmisi yang lebih baik berasal dari generasi sebelumnya, teknologi 5G terhitung nyaris tidak mempunyai delay. Diketahui jaringan 5G mempunyai waktu delay kira-kira 4 sampai 5 milidetik saja. Bahkan, mampu dikurangi sampai 1 milidetik. Waktu delay yang begitu singkat ini sangat mungkin pengguna teknologi 5G mampu menyaksikan video beresolusi tinggi tanpa buffering.

Hemat Energi

Sejak awal teknologi 5G sebenarnya datang untuk mengurangi mengonsumsi energi. Kemampuannya untuk mengurangi mengonsumsi kekuatan sebesar 10% ini dilakukan bersama dengan langkah mengurangi trafik data.

Kecepatan transmisi data yang super cepat terhitung menyumbang kontribusi terbesar dalam menciptakan teknologi yang hemat energi. Sederhananya, jaringan 5G lebih hijau dan lebih banyak bit data per kilowatt kekuatan dibanding generasi sebelumnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *