Fri. Jun 24th, 2022

Peneliti BRIN Sebut PLTN di Indonesia Harus Bebas Emisi

Pengembang teknologi nuklir utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Suparman menyebut perlunya prinsip pemerintah untuk memutuskan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebagai upaya menuju Indonesia bebas emisi.
“Perlu prinsip pemerintah untuk mengambil keputusan dan memutuskan pembangunan PLTN, agar riset dan penguasaan teknologi yang sudah dilaksanakan dapat menolong pemerintah menuju net zero emission [bebas emisi],” kata Suparman didalam keterangannnya pada Senin (14/2), seperti dikutip Antara.

Suparman mengatakan prinsip selanjutnya wajib diwujudkan bersama pembuatan nuclear energy program implementation organization (NEPIO) atau organisasi yang mengoordinasikan program PLTN Alkisah News .

“Berbagai aspek kita sudah siap untuk membangun PLTN. Penguasaan teknologi kita sudah mampu, tinggal mempraktikkannya saja,” katanya.

Indonesia kini jadi pemimpin didalam penyelenggaraan Presidensi G20, dan transisi energi hijau terus menerus sebagai upaya bersama kurangi emisi karbon merupakan tidak benar satu fokus utama didalam agenda internasional tersebut.

Berbagai negara di dunia terhitung Indonesia sudah berkomitmen untuk mewujudkan area hidup bebas emisi (Net Zero Emission) yang terangkum didalam target Kesepakatan Paris.

Indonesia sendiri menargetkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dapat menggapai 23 persen pada 2025.

Energi nuklir merupakan tidak benar satu grup EBT yakni sebagai energi baru yang tidak membuahkan emisi karbon.

Suparman menjelaskan para periset di Indonesia sudah menguasai teknologi menjadi berasal dari penambangan bahan uranium, teknologi bahan bakar, teknologi reaktor, hingga teknologi pengelolaan limbah nuklir.

Sementara itu berasal dari sisi penyiapan tapak PLTN, sudah selesai dilaksanakan studi kelayakan tapak di Jepara dan Bangka Belitung.

Kemudian atas permintaan Pemerintah Kalimantan Barat, kini terhitung dilaksanakan studi tapak yang berlokasi di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Lebih lanjut, menurut Suparman, sumber energi manusia terhitung sudah disiapkan bersama terdapatnya kampus-kampus yang mencetak lulusan-lulusan teknik nuklir seperti Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) BRIN.

Lihat Juga :
ESDM Bentuk Tim Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di RI
Ia mengatakan perencanaan pembangunan PLTN sesungguhnya sudah digaungkan sejak 1970-an, yang mana penelitiannya berpusat di Kawasan Nuklir Serpong di Tangerang Selatan, Banten.

Kawasan Nuklir Serpong adalah kawasan pusat penelitian, pengembangan dan perekayasaan ilmu ilmu dan teknologi nuklir yang dibangun untuk target menolong bisnis pengembangan industri nuklir dan persiapan pembangunan dan juga pengoperasian PLTN di Indonesia.

Namun, hingga sementara ini belum ada prinsip pemerintah yang mengambil keputusan untuk membangun PLTN di Tanah Air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *